( H . S . O . I - B A N T E N ) SOLIDARITAS TANPA BATAS - " UREP SEDULURAN KUDU AKUR, MARING SESARENGAN PASTI LANGGENG "

0 Satu Aspal, Berjuta Doa : Ekspedisi Cinta Aldiansyah dari Lancang Kuning menuju Bumi Wali

Serang, 24 April 2026 - Bagi seorang biker, aspal bukan sekadar jalanan bisu. Ia adalah saksi bisu perjuangan, deru mesin adalah dzikir di tengah perjalanan, dan setiap kilometer yang terlampaui adalah tanda syukur atas karunia Sang Pencipta. Inilah kisah Aldiansyah, sang owner Honda Sonic 150R, yang melakukan perjalanan bukan sekadar untuk touring, melainkan sebuah ekspedisi bakti dan cinta.



Meninggalkan bumi Pekanbaru, Riau, Aldiansyah memacu kuda besinya melintasi jalur lintas Sumatera yang legendaris. Namun, kali ini ada yang berbeda. Di jok belakang, sang istri tercinta setia menemani, menjadi navigator sekaligus penguat semangat di kala lelah melanda.


Perjalanan ini bukanlah jarak yang pendek. Menembus belantara Sumatera, menyeberangi Selat Sunda, hingga mengaspal di tanah Jawa. Dari Bandar Lampung yang terik hingga dinginnya malam di Subang, Jawa Barat, Honda Sonic 150R milik Aldiansyah membuktikan ketangguhannya.


Bagi Aldiansyah, setiap tikungan adalah pengingat akan kebesaran Allah SWT. Safety riding bukan hanya soal perlengkapan lengkap, tapi juga soal menjaga hati agar tetap sabar di jalanan.

"Perjalanan terjauh bukanlah antar kota atau antar provinsi, melainkan perjalanan menuju ridho-Nya melalui bakti kepada keluarga." Ujar Aldi saat di wawancara oleh team admin HSOI BANTEN.


Setelah menempuh ribuan kilometer dan singgah di Subang, tujuan akhir dari perjalanan panjang ini adalah Lamongan, Jawa Timur. Bukan untuk berpesta pora atau sekadar berswafoto di tempat wisata, melainkan sebuah misi mulia: Berziarah ke makam Ayah Mertua.


Di sinilah letak indahnya nuansa islami dalam perjalanan ini. Aldiansyah mengajarkan kita bahwa hobi otomotif bisa berjalan beriringan dengan nilai-nilai agama. Menempuh perjalanan jauh demi mendoakan orang tua yang telah tiada adalah bentuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua) yang sangat indah.



Dari foto-foto yang ia bagikan, kita bisa melihat senyum sumringah Aldiansyah dan istri di depan gerbang perbatasan dan ikon kota, termasuk Monas yang megah. Namun, dibalik senyum itu, ada doa yang terus mengalir di balik helm:

  • Ketabahan: Menghadapi cuaca yang tak menentu.

  • Kesetiaan: Menjaga kebersamaan dengan pasangan di atas roda dua.

  • Ketaatan: Mengutamakan tujuan mulia di atas sekadar kesenangan pribadi.

Semoga kisah perjalanan Aldiansyah ini menginspirasi para biker lainnya. Bahwa sejauh apa pun kita pergi, setinggi apa pun spek motor kita, tujuan akhir yang paling hakiki adalah kembali kepada keluarga dan tetap membumi di hadapan Sang Ilahi.

Salam Satu Aspal, Salam Persaudaraan!



Jangan Lupa Share dan Comment ya . . .

0 komentar:

Post a Comment