Serang — Dari kesamaan Honda Sonic 150R, tumbuh sebuah komunitas yang melewati satu dekade perjalanan, menghadapi dinamika, membangun jaringan persaudaraan lintas daerah, hingga kembali bangkit dengan semangat baru pada 2026.
Kadang semuanya berawal dari hal sederhana, beberapa orang dengan motor yang sama, obrolan soal mesin dan suku cadang, lalu berlanjut menjadi kopdar, touring, dan pertemanan. Begitu pula perjalanan Honda Sonic 150R Owner Indonesia (HSOI) Chapter Banten. Yang pada awalnya dipertemukan oleh Honda Sonic 150R, perlahan berkembang menjadi sebuah wadah silaturahmi dan persaudaraan. Sepuluh tahun kemudian, komunitas ini masih memiliki cerita untuk ditulis.
Untuk memahami perjalanan HSOI Banten, kita perlu mundur sedikit ke belakang. Arsip resmi HSOI Banten mencatat bahwa komunitas Honda Sonic 150R Owner Indonesia pertama kali berkumpul di Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta. Perjalanan pembentukan organisasi kemudian berlanjut melalui Musyawarah Cipanas pada 31 Oktober 2015, sebelum HSOI resmi berdiri pada 29 November 2015 di Jakarta.
Pada masa awal, HSOI dibentuk sebagai wadah bagi pemilik Honda Sonic untuk menyalurkan hobi, berbagi informasi mengenai motor, termasuk persoalan perawatan dan suku cadang, sekaligus membangun silaturahmi dan kekeluargaan sesama bikers. Dari fondasi itulah kemudian chapter-chapter di berbagai daerah tumbuh. Salah satunya adalah HSOI Banten.
2016: Babak
Pertama HSOI Banten
Menurut arsip HSOI Banten, chapter ini mulai berdiri pada 2016. Fase awal tentu bukan perkara mudah. Sebuah komunitas membutuhkan lebih dari sekadar anggota dan kendaraan yang sama. Dibutuhkan komunikasi, konsistensi, kepengurusan, kegiatan, serta yang paling penting—rasa memiliki. Pada masa inilah identitas HSOI Banten mulai dibangun. Kopdar menjadi ruang bertemu. Jalan raya menjadi ruang bersilaturahmi. Honda Sonic menjadi identitas yang mempertemukan mereka. Namun perlahan, hubungan yang terbangun mulai melampaui urusan otomotif. Motor menjadi alasan untuk berkumpul. Persaudaraan menjadi alasan untuk bertahan.
2018: Dua Tahun
dan Mulai Menancapkan Eksistensi
Dua tahun kemudian, HSOI Banten memasuki salah satu tonggak awal perjalanannya. Pada 17 Februari 2018, HSOI Banten menggelar Anniversary ke-2. Dokumentasi saat itu menyebut HSOI Banten sebagai klub yang telah berdiri sejak 2016 dan terus berupaya berkembang menjadi komunitas yang lebih besar dan solid. Perayaan tersebut juga mendapat dukungan dari Paguyuban Honda Banten serta PT Mitra Sendang Kemakmuran.
Saat itu, Ari Waluyo, selaku Ketua Umum HSOI Banten, menyampaikan harapan agar anniversary tersebut menjadi semangat baru untuk membuat komunitas semakin berkembang dan solid. Dua tahun pertama menjadi pembuktian bahwa HSOI Banten bukan sekadar komunitas yang muncul mengikuti tren. Mereka mulai membangun fondasi.
Ketika Banten
Menjadi Bagian dari Gerakan HSOI Nasional
Masih pada 2018, HSOI Banten menunjukkan peran yang lebih luas. Pada 4 Agustus 2018, pengurus HSOI menggelar rapat persiapan 3rd Anniversary HSOI Nasional di kediaman Ketua Umum HSOI Banten saat itu, Sany Astiyan #034, di Serang. Pertemuan tersebut membahas berbagai kebutuhan acara nasional, mulai dari atribut, proposal, undangan antar-chapter, stiker, kaos hingga perlengkapan acara. Persiapan tersebut melibatkan pengurus berbagai chapter. Artinya, posisi HSOI Banten tidak hanya menjadi chapter yang aktif di wilayahnya sendiri. Banten juga menjadi bagian dari denyut kegiatan HSOI di tingkat nasional. Ini menjadi salah satu potret penting perjalanan komunitas: dari komunitas lokal menuju jaringan persaudaraan nasional.
2019:
Pergantian Nahkoda, Semangat Tetap Sama
Memasuki 2019, perjalanan HSOI Chapter Banten memasuki babak baru. Pada 24 Februari 2019, HSOI Banten menggelar Family Gathering sekaligus Anniversary ke-3 di Cikoromoy, Pandeglang. Para anggota berkumpul di kawasan KP3B Provinsi Banten sebelum riding bersama menuju lokasi acara. Momentum tersebut sekaligus menjadi agenda penting organisasi: serah terima jabatan kepengurusan HSOI Banten periode 2019–2021. Dalam kepengurusan baru, Sany Astiyan dipercaya sebagai Ketua Umum HSOI Banten, sementara Ucok sebagai Wakil Ketua. Regenerasi tersebut menjadi simbol bahwa roda organisasi harus terus bergerak. Nahkoda boleh berganti, tetapi kapal tetap berlayar dengan tujuan yang sama: menjaga persaudaraan.
Cerita ini sederhana, tetapi pesannya kuat, kehadiran tidak selalu ditentukan oleh kendaraan. Ia ditentukan oleh kemauan untuk tetap bertemu saudara. Motor tidak bisa diajak touring? Bus pun jadi. Karena bagi seorang bikers, perjalanan bukan hanya soal kendaraan. Perjalanan adalah tentang tujuan dan siapa yang menunggu di sana.
2019: Sebuah
Kenangan Sebelum Pandemi
Honda Bikers Day 2019 kemudian
menjadi salah satu kenangan penting sebelum pandemi COVID-19 mengubah aktivitas
komunitas dan mobilitas masyarakat.
Kopdar, touring, perjalanan antarkota dan pertemuan dengan ribuan bikers yang sebelumnya terasa biasa, kemudian harus dibatasi. Karena itu, perjalanan menuju HBD 2019 memiliki tempat tersendiri dalam sejarah HSOI Banten. Ia menjadi dokumentasi tentang masa ketika para bikers masih bebas memutar gas, menempuh perjalanan jauh, bertemu saudara dari berbagai kota, dan berkumpul tanpa sekat.
Bagi HSOI Banten, perjalanan tersebut memperlihatkan satu karakter yang terus hidup: kalau ada kemauan untuk bertemu saudara, selalu ada jalan untuk sampai ke tujuan.
Sebuah perjalanan tentu tidak selalu berjalan mulus. Sebuah komunitas pasti menghadapi dinamika: perubahan anggota, perubahan kepengurusan, naik turunnya aktivitas, hingga berbagai tantangan internal yang menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi.
Namun komunitas yang bertahan bukanlah komunitas yang tidak pernah menghadapi masalah. Komunitas yang bertahan adalah komunitas yang mampu melewati masalah tanpa kehilangan alasan untuk tetap bersama. Di situlah nilai HSOI Banten tumbuh: komunikasi, solidaritas, rasa saling menghargai, dan kemauan untuk menjaga nama baik komunitas.
2023 : Persaudaraan
Tidak Mengenal Batas Wilayah
Perjalanan HSOI Banten juga tidak berhenti di wilayahnya sendiri. Hubungan dengan chapter lain dan komunitas Honda menjadi bagian penting dari perjalanan. Semangat tersebut terlihat dalam perjalanan menuju Honda Bikers Day (HBD) Regional Sumatra 2023. Salah satu cerita yang tercatat di arsip HSOI Banten adalah perjalanan Maz Fatih #038 menuju PKOR Way Halim, Bandar Lampung, menggunakan Honda Sonic 150R. Ia bergabung bersama rombongan komunitas Honda lintas daerah untuk menempuh perjalanan hingga menyeberangi Selat Sunda. Di lokasi, lebih dari 5.000 bikers disebut memadati acara HBD Regional Sumatra 2023 dengan tema “Bersama Penuh Arti”. Bagi HSOI Banten, perjalanan tersebut bukan semata-mata soal mencapai tujuan. Perjalanan menjadi bagian dari cerita persaudaraan.
2025: Nama
Banten Kembali Bergema di HBD
Honda Bikers Day 2025 di Garut menjadi salah satu episode penting dalam perjalanan HSOI Chapter Banten menjelang satu dekade. Pada 15 November 2025, Lapangan Yonif Raider 303 Cikajang, Garut, Jawa Barat, dipenuhi ribuan bikers Honda dari berbagai penjuru Indonesia. HSOI Banten hadir sebagai bagian dari kontingen Paguyuban Honda Banten.
Perjalanan menuju Garut bukan hanya
cerita tentang satu rombongan. Ada beberapa cerita personal yang kemudian
menjadi bagian dari sejarah komunitas.
Imam Saepudin, calon anggota HSOI
Banten, hadir membawa misi silaturahmi. Bersama rombongan Paguyuban Honda
Banten, perjalanan dari Banten menuju Garut menjadi pembuktian bahwa jarak
bukan penghalang untuk bertemu saudara sesama bikers.
Sany, Ketua Umum HSOI Banten, memilih
membawa serta istrinya dalam perjalanan. Touring Banten–Garut menjadi
perjalanan keluarga sekaligus perjalanan komunitas, memperlihatkan bahwa hobi
otomotif dapat menjadi ruang membangun kebersamaan keluarga.
Daniel Pratama, calon anggota HSOI
Banten, menjalani HBD pertamanya. Perjalanan tersebut sekaligus menjadi salah
satu touring jauhnya dan pengalaman langsung merasakan atmosfer HBD bersama
keluarga besar bikers Honda.
Sementara itu, Maz Fatih #038
menghadirkan cerita berbeda. Di tengah kemeriahan HBD Garut, ia melakukan
selebrasi ikonik ala Lionel Messi sambil mengangkat kaus bertuliskan Paguyuban
Honda Banten.
Empat cerita tersebut berbeda,
tetapi bertemu di satu tempat: Honda Bikers Day 2025, Garut.
Imam membawa silaturahmi. Sany membawa keluarga. Daniel merasakan HBD untuk pertama kalinya. Maz Fatih membawa nama Paguyuban Honda Banten ke tengah lautan bikers. Semuanya memiliki satu benang merah: persaudaraan.
2026: Bangkit
dengan Semangat Baru
Memasuki 2026, HSOI Banten memasuki fase penting. Pada 4 April 2026, HSOI Chapter Banten mengumumkan reaktivasi komunitas dengan kepemimpinan baru di bawah Ketua Umum Bang Sany. Reaktivasi tersebut bukan sekadar menghidupkan kembali aktivitas komunitas. Ada visi agar setiap Korwil menjadi penggerak kegiatan yang bermanfaat, termasuk edukasi safety riding dan kegiatan sosial.
Menyiapkan
Perayaan Satu Dekade
Pada 12 April 2026, jajaran member dan pengurus menggelar forum terbuka untuk membahas persiapan Anniversary 1 Dekade. Setiap anggota diberi ruang untuk memberikan ide, aspirasi dan evaluasi. Panitia mempersiapkan seremoni anniversary, community gathering, hiburan, games, doorprize hingga bakti sosial. Dari sini terlihat bahwa satu dekade bukan hanya perayaan pengurus. Ini adalah perayaan seluruh keluarga HSOI Banten.
2 Mei 2026:
Sepuluh Tahun Kemudian
Puncaknya tiba pada 2 Mei 2026. Villa Shahab, Anyer, berubah menjadi titik berkumpulnya keluarga besar HSOI. Ratusan bikers hadir. Deretan Honda Sonic memenuhi kawasan acara. Saudara-saudara dari berbagai daerah datang untuk merayakan perjalanan sepuluh tahun HSOI Chapter Banten. Ada HSOI Pekanbaru Riau, HSOI Lampung, serta bikers dari berbagai wilayah Pulau Jawa.
Kegiatan berlangsung dari pagi hingga malam dengan suasana kekeluargaan yang kuat. Games, doorprize, hiburan dan sesi foto bersama menjadi bagian dari perayaan. Namun di balik kemeriahan itu terdapat pesan yang jauh lebih dalam.
Sepuluh tahun adalah hasil
perjalanan bersama, Semakin tua usia komunitas, semakin
jelas bahwa Honda Sonic hanyalah titik awal. Orang datang karena motor. Tetapi
mereka bertahan karena hubungan.
Kopdar mungkin dimulai dengan membicarakan motor. Touring mungkin dimulai dengan menentukan tujuan. Namun yang paling diingat sering kali bukan berapa kilometer yang ditempuh, melainkan siapa yang menemani perjalanan. Siapa yang membantu ketika motor bermasalah. Siapa yang menunggu ketika salah satu rider tertinggal. Siapa yang datang ketika ada saudara membutuhkan bantuan. Itulah nilai yang tidak bisa diukur dengan spesifikasi mesin.
SATU ASPAL • SATU HATI • SATU JIWA • SOLIDARITAS TANPA BATAS
Sumber utama: Arsip resmi HSOI Banten



0 komentar:
Post a Comment